Ada seekor singa tua terduduk dengan anggunnya. Surainya berwarna emas mengembang tertiup angin. Ototnya kekar dengan beberapa bekas luka cakar. Dengan tajam ia menatap padang luas miliknya. Ya, tempat itu miliknya dan hanya miliknya. Tapi itu dulu. sebelum seekor cheetah mulai berbagi menggerus sedikit wibawanya. Sebelum sekelompok hyena berteriak-teriak kecil meminta jatah mangsa. Singa sadar, memang padang itu terlalu besar untuk dirinya. Banyak wilayah yang sudah berubah. Singa itu bersabar. Ia membiarkan pemangsa lain bekerja, mengambil sebagian mangsa dari teritorinya. Membiarkan mereka bersantap dihadapan matanya. Ah biarlah. Jika mau ia tinggal mengaum saja untuk mengusir mereka semua, lalu merebut mangsa tanpa perlu bersusah. Sekarang jaman memang sudah dan akan terus berubah. Suatu saat cheetah akan kehilangan determinasinya. Dan para hyena akan menggigil ketakutan ditinggal kolega tak setianya. Tapi singa tetaplah singa. Raja tua yang menunggu kelompoknya menjadi dewasa. Entah kapan.
Tampilkan postingan dengan label Pemburu. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pemburu. Tampilkan semua postingan
Mei 16, 2009
Pemburu dan Singa
Ada seekor singa tua terduduk dengan anggunnya. Surainya berwarna emas mengembang tertiup angin. Ototnya kekar dengan beberapa bekas luka cakar. Dengan tajam ia menatap padang luas miliknya. Ya, tempat itu miliknya dan hanya miliknya. Tapi itu dulu. sebelum seekor cheetah mulai berbagi menggerus sedikit wibawanya. Sebelum sekelompok hyena berteriak-teriak kecil meminta jatah mangsa. Singa sadar, memang padang itu terlalu besar untuk dirinya. Banyak wilayah yang sudah berubah. Singa itu bersabar. Ia membiarkan pemangsa lain bekerja, mengambil sebagian mangsa dari teritorinya. Membiarkan mereka bersantap dihadapan matanya. Ah biarlah. Jika mau ia tinggal mengaum saja untuk mengusir mereka semua, lalu merebut mangsa tanpa perlu bersusah. Sekarang jaman memang sudah dan akan terus berubah. Suatu saat cheetah akan kehilangan determinasinya. Dan para hyena akan menggigil ketakutan ditinggal kolega tak setianya. Tapi singa tetaplah singa. Raja tua yang menunggu kelompoknya menjadi dewasa. Entah kapan.Mei 13, 2009
Pemburu & Pelangi

Dahulu kala ada seorang pemburu yang mengejar pelangi. Sudah turun temurun keluarga pemburu itu mengejar pelangi. Kata mereka "itu pelangi.. alangkah indahnya… diujung pelangi pastilah ada sesuatu yang berharga "Kata mereka "itu pelangi.. alangkah megahnya… diujung pelangi pastilah ada harta yang berharga "Kata mereka "itu pelangi.. alangkah mengagumkannya… diujung pelangi pastilah ada batu permata yang berharga"
….. …. waktu pun terus berjalan.. ...
….. …. waktu pun terus berjalan.. ...
Dan begitulah dari generasi ke generasi mereka mengejar pelangi, untuk menemukan ujungnya. Sampai suatu saat, seorang pemburu berhasil mendekati pelangi dan menemukan ujungnya. Didapati sobongkah batu permata dengan gemerlap yang indah. Berkelap kelip kilaunya menerangkan jiwa. Kejernihannya menenangkan hati. Sungguh sebuah hasil yang sangat layak dari usaha tiada lelah selama ini.
Lalu dengan senang pemburu membawa pulang batu permata itu dan menyimpannya dirumah. Setiap hari didalam rumah, dipandanginya batu permata itu sampai berbulan2 lamanya. Hingga suatu waktu pemburupun menyadari, bahwa sekarang tak tampak lagi olehnya pelangi. Walau ia mendapatkan batu permata dalam genggamannya tapi pelangi dalam penglihatannya kini telah menghilang.
author : capluk
inspired by klaus poppe
Langganan:
Postingan (Atom)

